Rabu, 18 April 2012

Bismillah :)

Diposting oleh Fia Aulia di 07.54 0 komentar
Masihter terbentang di pikiran kesalahan itu . dikaladiri di tuntut untuk intropeksi diri. dikalahati sudah tak tahan dengan semua ini . ya allah jiika engkau penyayang tunjukan kasih sayangmu . sampai kapan harus menjalani segala cobaan ini . di kala temen yg di pengaruhi oleh seorang yg mungkin di namakan SYIRIK-EGOIS-SOKTAU-SOMBONG itu ciri2 Madesu .capek hati ini selalu di sindrir . di katain ini itu . apa perasaan kalian engga . hanya yg kalian tau diriku hanya seorang perempuan yg dibilang paling sempurna . seseorang tidak akan mau di pandang sebelah mata/jelek mereka mau namanya baik .apa bercerita harus kejelekan . salah . kalo kalian aktif dn berfikir . kalian ambil pelajjaran dr bagaimana saya berebicara entah baik mau pun buruk . jangan jadikan kekurangan saya mmodal utama untuk menjatuhkan saya. jika kalian jadi posisi saya. apajkalian kuat?? perasaaan org berbeda. pemikiran pun berbeda ? apa kalian berfikir ini yang di namankan dewasa? tidak .pola berfikir kalian masih bekum di katakan dewasa walaupn ucapan sering kali menyelimuti . segerombolan grup dan ucapan caci serta sindiran untuk orang yg berkelakuanbaik . ambil buruknya jd pelajaran . seseorang itu gak akan menceritakan kejelekan dia , itu adalah sebuah aib . jika mau cerita itu adalah curhat . dan org tersebut harus pandai menjaganya . bukan mengumbarnya . apakalian berfikir tentahg itu ??engga?? ohiyaaa tentang intropeksi diri . saya di tuntut untuk inntropekso diri? apa kalian ga berfikir di saat kalian [nya masalah sm seseiranfg. pasti kalian di tuntun untk intropeksi diri? sakit gak? ngelunjak gak?? kuncinya org yg berinstripeksi diri itu orang yg mengaca diri dalam kesendirian .dalam keheningan hati . bukan keumbaran ke semua orang . setiap org mempunyaiperbedaan sifat . cuman1 usaha yg bisa ngerubah kejelekan . setiap jiwa membutuhkan seseorang untuk menintropeksi diri . tapi bukan berarti harus intropeksi diri di depan kalian dn berbicara "GUA UDAH INTROPEKSI DIRI " bukan , setiap raga pasti mempunyai kesalahan dari kecil sampe besar .


Ibn Rumi Berkata : "Mereka adalah manusia & Dunia. Yg tak lepas dr kotoran,yang membosankan mata/mengotori ucapan. Tidk adil jika engkau mengingingkan org yg sempurna,sementara engkau sendiri tidak sempurna"


Maka mengacalah kamu diri kamu sendiri. dan sekalilagi sangatjahat bila :

Sangat Tidak Pantas Menjauhi Saudaranya hanya karena satu/dua kebiasaan buruk yg tidk bs diterima. Sementara selebihnya kebaikannya .


maka daricobaan ini saya mengambil hikmah nya, maafkan kesaalahan saya jika memang saya banyak salah yg tidak saya sadari .
Jadilah kamu pemaaf dan surulah org yg mengejarkan yg ma'aruf serta berpaling dari orang² yang bodoh - QS. Al.Ar'af: 199




Selasa, 10 April 2012

Diposting oleh Fia Aulia di 02.57 0 komentar

Sedikit mau ngenalin nii temen – temen guee hhahaha Jv
 Dede Hana Oktaviana .

 
Ini Namanya Hana, cakep kagak wakak :Dv . iyaa dia itu temen gue paling baik . dia ngerti banget perasaan gue . dia juga kadang selalu ada buat gue . kalo gue sedih kadang ke kedia .
semoga aja Lo kagak berubah yaa Hanaaa . Miss you :*



 Adinda Ayu Larasati.

 
Ini Namanya Ayuu, nilai sendiri deh J . ya dia juga temen gue yang baiik . bisa ngertiin banget temennya . sering curhat pula dn mau dengerin temennya curhat . asik* so pasti . dia itu sensitive banget HAHAHA Peace yu J



Sarah Fatmawati


Ini Namanya Sarah, dia temen baik sekaligus temen sebangku gua . dia sering curhat masalah apapun. Kita kalo lagi pelajaran ksong sering bercanda , dia juga baik . dan dia itu ngerti kita tapi sifat dia itu rada-rada sensitive banget J



Edita Arviana Azelia


 
Ini Namanya Edita . dia temen kelas 9 yang baeeeek . cuek ngocol maniisss . suka banget sama dia soalnya cuek anaknya . iyaa kayanya sih emang mudah terpengaruh sama org . gampang galau lagi wkwkwk peace ta :Dv


 
Elfiya Triani Dewi

 
Ini Namanya piaaa . sering manggil ajo . whaha dia asik pinter baeee . kaya kajol set* pokoknya temen yg gue nilai emang baik deh, apalagi hidungnya yg mancung  . apalagi dia suka India . wahh kaya gue juga wk* :DV


 Tita Ghe Tansia

 
Ini Namanya titaaa . dia anaknya baeee. Rada lebay banget mending kabur dah dari pada deket saking lebaynya hehehe. Peace ta . dia juga temen baik dr kelas 8 . suka sama india juga dng makanya kita jd deket banget 



Syifa Fauziah

 
Ini Namanya Syifut . temenSD gue sampe SMP ketemu lagi . dia tuh yg tau gue gimana . baik buruknya tau . salut juga sama sifatnya dia . dia baek pula . dn bisa nerima temennya  J *asek


 
Nadya Alaydrus
 ni Namanya Nadya , dia temen sekaligus ade buat gue . baeek dia ngertiin sifat gue asik. anaknya juga gak lugu2 amat hahaha . the best buat nadya :*








Tau ah ~

Diposting oleh Fia Aulia di 01.13 0 komentar

hai

Kamis, 05 April 2012

web-web

Diposting oleh Fia Aulia di 01.27 0 komentar
oajaya

Rabu, 04 April 2012

Kesempurnaan Seorang Wanita

Diposting oleh Fia Aulia di 06.11 0 komentar
Ada sebuah cerita. Sebuah suara samar mengusik tidur wanita itu. Menerobos halus celah gendang telinga, dan perlahan membawanya dari alam mimpi menuju keterjagaan raga. Namun matanya masih terpejam dalam kantuk yang masih menggelayut dalam. Tak ingin ia hirau akan suara yang masih samar terdengar. Tapi sekian detik kemudian suara itu semakin terang dalam keterjagaan telinganya sekarang.
“Tsabita.. Tsabita..”

Tiba-tiba saja matanya mengerjap terjaga dengan begitu cepatnya. Kantuk yang mengikatnya dalam lelapnya mimpi, bertolak kilat meninggalkannya. Salah dengarkah ia? Mimpikah? Sambil mencubit tangannya, dia amati wajah teduh pemilik suara. Perempuan itu tidak bermimpi. Dia dalam keterjagaan yang sempurna.
“Tsabita…” Nama itu kembali terucap dari lelaki di sampingnya. Begitu lirih. Begitu dalam. Begitu.., ah tak mampu ia menggambarkannya.
Wanita itu tercekat. Airmata begitu saja menderas dari kedua matanya. Dadanya teramat sesak. Bumi seakan ditindihkan di atasnya. Rasa sakit yang begitu dalam menjajah hatinya. Sakit. Sakit sekali. Sakit yang takkan bisa dilukis dengan sempurna oleh kata. Dia mencoba menguasai dirinya. Tapi ia gagal. Isaknya semakin menjadi. Tubuhnya berguncang menahan keterguguan. Kemudian dengan bersegera ia meninggalkan tempat tidurnya. Khawatir jika lelaki pemilik sumber suara itu terbangun karenanya.

Kran ia nyalakan. Suara air bergemericik mengalahkan isaknya. Dia terduduk lunglai di sana. Di dalam kamar mandi yang berada di luar kamar tidurnya. Maka menjadilah tangisnya. Yang dengannya, ia ingin mengeluarkan segala bongkah-bongkah pengganjal perasaannya. Ia ingin menjadikan air matanya itu sebagai hujan yang mengurai habis gumpalan mendung kelam yang ada di hatinya.
Setelah seperempat putaran jam, barulah ia mulai bisa mengendalikan dirinya. Kejernihan hati mulai mengikis masuk dalam kebuntuan akal yang tadi rapat tertutup jerat emosi kewanitaannya. Perlahan ia beranjak mendekati kran. Menangkupkan kedua telapak tangannya dalam dingin dan sejuknya air wudhu di pertengahan malam itu. Khusyu’ ia basuhkan air itu di wajahnya. Ia biarkan dinginnya meresap hingga ke dalam hatinya. Ia ingin membuang segala perasaan marah, sedih, kecewa dalam tetesan air suci yang mengurai dari setiap pori anggota wudhunya.

Dan kini wanita itu tersungkur dalam sujud panjangnya. Isakan itu menjadi lagi.
“Subhaana Rabbiyal a’laa.. Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.. Maha Suci Engkau Ya Rabb.. Sungguh wanita penuh dosa ini kembali lagi mencari kesempurnaan dalam mata air Kesucian-Mu.. Dan dalam kekerdilan dan kerapuhan diri ini, izinkan hamba berlindung dalam Ketinggian dan Kesempurnaan cinta yang utuh menjadi milik-Mu..”
Setelah salam dilafadzkan. Tertengadah kedua tangannya mengharap kucur Cinta-Nya. Tangan itu bergetar hebat seakan tak mampu menangkup doa yang diucap oleh lisannya dalam keterbataan isak kata.


“Ya Rabbiy, Wahai Dzat Pemilik hati dan jiwa ini.. Hamba berserah pasrah kepadamu. Terhadap urusannya. Terhadap hatinya. Karena hanya Engkau yang berhak mengaruniakan cinta. Walaupun seluruh manusia mengeluarkan perbendaharaan hartanya untuk membantuku menebus cinta lelaki itu,, maka hamba tahu hal itu mustahil tanpa kehendak-Mu..”
“Ya Rahman, sungguh hamba telah menjadikan Engkau sebagai wali dari setiap urusan hamba.. Hamba bermohon dengan segala Kemahabesaran-Mu agar Engkau berkenan melapangkan hati hamba.. Menyamuderakan cinta hamba.. Meluaskan kemaafan dan kesyukuran hamba.. Hingga hamba sanggup menerima segala beban penggelayut jiwa ini dengan segala sikap dan amalan yang Engkau Ridhoi saja.. Tanpa dengan kecemburuan yang membuta..Tanpa dengan kemarahan yang membara.. Tanpa dengan kekecewaan yang mematikan rasa.. Dan dengan tanpa mengurangi bakti dan kecintaan hamba pada suami hamba..
Ridhokan hamba atas apa yang mampu ia berikan pada hamba. Jangan jadikan hamba wanita yang tidak bisa mensyukuri pemberiannya. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya..


Tercekat suara wanita itu. Ia biarkan air matanya meneruskan setiap doa yang masih ingin ia panjatkan setelahnya.. Dan tanpa sadar ia pun tertidur dalam kelelahan jiwa raga.
Suara alarm dari kamar tidurnya membangunkan wanita itu untuk kali kedua. Dia pun beranjak dari mushalla kecilnya dan bersegera menuju kamarnya. Lelaki yang telah menjadi suaminya selama hampir empat tahun itu masih pulas tertidur di sana. Terlalu lelah sepertinya, hingga suara alarm tak berhasil membangunkannya seperti sepertiga malam lainnya.
Wanita itu menatap dalam-dalam ke wajah itu. Air mata yang ingin menyeruak, ia tahan sekuatnya. Ia takkan menangis di depan imamnya. Lelaki luar biasa. Lelaki terbaik yang pernah ia kenal dalam hidupnya. Yang dalam tiga tahun masa panjang pernikahannya tak pernah sedikit pun kata-kata kasar meluncur dari bibirnya. Yang selalu menjaganya dengan penjagaan sempurna. Yang selalu menerima segala kekurangannya tanpa menghakimi dan mencari pembandingnya. Yang menumbuhkannya dengan ilmu dan menuntunnya untuk selalu menjadi muslimah yang semakin dewasa keimanannya dan semakin indah akhlaqnya dari waktu ke waktu.


Wanita itu ingin selalu mensyukuri setiap hal yang suaminya telah beri. Ia tahu bahwa suaminya senantiasa mengusahakan yang terbaik untuknya. Apapun segala kebaikan yang bisa diberikan oleh lelaki itu, selama ini telah ia terima dengan sempurna. Namun malam ini wanita itu terantuk pada kenyataan, bahwa hati lelaki itu bukanlah untuknya. Kecintaan lelaki itu bukanlah miliknya. Walaupun sesaat lalu dia masih dalam keyakinan bahwa dialah ratu hati lelaki itu. Yang kemudian baru saja ia tersadar bahwa itu hanyalah fatamorgana semu.
Tsabita..
Perempuan masa lalu itu ternyata masih menempati ruang tertinggi di hati lelaki berwajah teduh ini. Perempuan yang namanya tidak pernah tersebut dalam lisan suaminya di waktu sadarnya selama masa panjang bilangan tahun pernikahannya. Perempuan yang ia yakini bahwa suaminya telah mengusahakan segala hal yang bisa ia lakukan untuk mengeluarkannya dari hati, agar hanya ia satu-satunya wanita yang menempati singgasana dalam jiwa si lelaki. Dan wanita itu sadar, bukan salah suaminya jika pada akhirnya ia tidak mampu. Bukan salah lelaki itu jika cinta untuk perempuan itu masih melekat dengan erat di palung sukmanya. Sungguh bukan salahnya. Karena hak Dia seutuhnya untuk mengaruniakan cinta kepada apa dan sesiapa yang menjadi Kehendak-Nya.
Yah, rasa sakit itu ada. Kecemburuan yang begitu dalam pun telah sangat menyiksanya. Namun wanita ini segera tersadar, bahwa dulu sebelum ia menerima pinangan si lelaki, ia telah mengetahui resiko ini. Lelaki ini berkata jujur padanya akan semua masa lalunya sejak awal kedatangannya. Dan waktu itu, wanita ini telah menyalakan azzam untuk menerima segala konsekuensi atas pilihannya. Dan kini saatnya ia harus membuktikan semuanya.
Perlahan ia dekati sosok itu. Ia cium keningnya. Takzim. Sebagaimana suaminya selalu melakukannya saat membangunkannya. Lelaki itu membuka matanya. Tersenyum padanya. Perlahan bangkit dari posisi tidur dan berdiri menjajari istrinya.


“Yah, keduluan Ummi deh bangunnya. Afwan ya Sayang..” canda lelaki itu sambil meraih kepala istrinya. Membalas mencium kening wanita itu.
“Ga papa juga dong sekali-kali Ummi yang dapat pahala membangunkan. Masa Abi terus yang memborong pahala..” wanita itu tersenyum manja, menggelayut tangan suaminya.
“Yee, ga mau kalah ni ceritanya? Baiklah, besok-besok Ummi terus aja deh yang bangunin.  Abi sih rela-rela aja setiap pagi dibangunkan oleh kecupan seorang bidadari..” sambil mengelus kepala istrinya.

“Ogah ah. Ntar Abi ngrasa jadi sleeping beauty lagi. Eh sleeping handsome ding.. hehe.. ”
“And the beast.. hehehe..” Mereka tertawa bersama
“Eh Mi, Ummi habis nangis? Matanya kok sembab gitu?
Lelaki itu tiba-tiba menghentikan tawanya.

Wanita itu diam sejenak. Berpikir bagaimana harus menjawabnya. Tapi senyumnya masih ia kembangkan, untuk menutupi segala kebingungan.
“Yah ketahuan ya? Iya Bi, Ummi tadi udah mencuri start shalat malam duluan. Tapi baru 2 rakaat kok. Ummi menangis karena Ummi tiba-tiba tersadar, betapa baiknya Allah sama Ummi. Mengaruniakan seorang lelaki luar biasa.. Lelaki surga.. Ah udah Bi, buruan ambil wudhu gih..”
“Hffh.. Abi yang harus jauh lebih banyak bersyukur kepada Allah Mi.. Karena Allah telah mengizinkan Abi untuk didampingi seorang wanita yang sebaik dan seindah Ummi..” Menatap dalam-dalam ke mata wanita itu. Kemudian sekali lagi mencium keningnya dan segera beranjak mengambil air wudhu.
Di sepertiga malam terakhir itu, wanita tersebut meminta imamnya agar membaca surat Ar-Rahman. Fabiayyi aalaa-I rabbikumaa tukadzdzibaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seiring berulangnya kalimat itu dilafadzkan, semakin tergugu mereka berdua tenggelam dalam kedalaman maknanya. Semakin mereka merasa begitu kecil di hadapan Rabb-Nya. Hingga sebelum selesai surat itu dibaca pada rakaat pertama, lelaki itu sudah kehilangan suaranya. Tertelan oleh airmata yang mengalir tanpa bisa ditahannya. Membanjir memenuhi tenggorokannya. Dan akhirnya mereka berdiri dalam diam. Hanya isak mereka berdua yang terdengar semakin keras mengguncang.


Ya Rabb, ampuni kesyukuran kami yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan kami nikmat yang luas menyamudera… Maafkan Ya Rahman.. Maafkan.. (Qana-atul Qonithah/ Dakwatuna.com)

Senin, 30 Januari 2012

Drama buat Tugas haha :D

Diposting oleh Fia Aulia di 04.35 0 komentar

Salah paham (!)
Pagi ini, semua siswa mulai berangkat sekolah, dan aku datang. Aku adalah Thufa, biasa bersama dengan teman sebangku, aku duduk, tapi ada hal yang asing disini, apa? Kenapa ya? Apa sih? Ternyata itu teman sebangku aku tampak murung kesal dan diam seperti tidak mengenal aku. Aku bingung, lalu aku terdiam dan bicara seadanya, tapi dia tetap saja dengan sikap dingin, dia itu temanku namanya Tifany. Suasana mulai berubah, mengikuti pelajaran tanpa basa basi dengan teman sebangku. Lalu aku bertanya kepada teman ku yang salah satunya juga dapat kelompok dalam lomba PMI bersama aku yaitu putrid, disisi lain juga ada Alisa.


Thufa : Putri, aku bingung sama fany. Hampir setiap pelajaran dan setiap saat aku nyapa, selalu aja sikap dia dingin?

Putri  : Lho, emang kenapa? Coba kamu pikir-pikir dulu, kamu ada salah gak?

Thufa : hmmm (berfikir) gatau deh, aku juga bingung, aku salah apaan yah? Perasaan aku biasa aja, kemarin pas lagi kerja kelompok kayanya gak ada masalah deh  ?

Putri : entar dulu (inget-inget) iya ya, kemarin bercanda-canda aja,kamu ada salah kata gak?

Thufa : Ah tauah, bingung aku udahlah entar aja deh, mumet aku put?

Putri : yaudah, entar aja jangan dipikirin juga kali.


Pelajaranpun dimulai kembali, aku duduk lagi bersama dia, dan aku coba Tanya kedia.

Thufa : Tifany, aku salah apaan sih sama kamu? Kok aku dicuekin gini?
Tifany : engga , Ribet !!
Thufa : (Lihat wajah Tifany) bohong banget, gak biasanya kamu begini?
Tifany : engga, aku gak kenapa-kenapa, emang masalah kalo aku marah?
Thufa : (hmm, aku salah apa ya? Kemarin kan biasa aja, lagi pula kita juga bercanda bareng kok, kenapa begini ya? Hmm taulah ) fany, jawab dong?
Tifany : bodo-bodo-bodo (sambil membuang muka)
Thufa : (ih fany gitu banget sama aku, malah gitu lagi ngomongnya) hmm, yaudah biasa aja, akukan baik-baik?
Tifany : Oh ..

pelajaran berlalu, kini waktunya sholat, dan kebetulan aku lagi engga sholat, disitu ada fany yang mengajak putri  sholat, sementara aku tidak sama sekali ditegor, walau gak sholat aku tetap tidak ditegor.


Tifany : put, sholat  gak?
Putri : Iya-iya sholat, sebentar.
Tifany : cepetan, dah yok?
Putri : iya, ayok ..
(Tiba-tiba Alisa Datang menghampiri Thufa )
Alisa : fa, entar kerja kelompok ga?
Thufa :  engga tau, sa ?
Alisa : (ih thufa kenapa sih, sensitive banget sama aku) Heeeey, kok gitu, muka kamu kusut aja ? kenapa kamu? Tadi juga kamu cuek banget sama Tifany?
Thufa : Ngagetin aja sa, gatau  aku juga bingung, aku salah apaan yah? Kenapa aku dicuekin gitu?
Alisa : Maksud kamu, Fany marah sama kamu fa?
Thufa : Engga tau, aku salah apa ya? Apa ada salah kata yah sa? Gak enak banget dicuekin.
Alisa : hmm .. ( mikir) kayanya ada deh, tunggu deh?
(Alisa berfikir dan mengingat kejadian kemarin saat kerja kelompok untuk lomba PMI)
Alisa : nah, aku tau fa, kemarin kan Tifany mau pulang sama Cinta, terus Cinta kan bilang sama kamu, eh kamu bilang gini “ yaudah pulang aja sana” mungkin Fany tersinggung fa, coba deh kamu minta maaf dengan alasan itu?
Thufa : iya juga ya sa? Tapi kan akukan biasa aja, gak marah, namanya juga lagi sibuk?
Alisa : yaudah mungkin fany salah paham, kamu minta maaf aja fa?
Thufa : hmm, yaudah nanti aku coba minta maaf sama dia, mohon doa restu ya hehe..
Alisa : hahaha, ada-ada aja kamu!

(Siswa-siswi selesai sholat, Tifany dan Putri datang, tiba-tiba tifany menghampiri putri)

Tifany : Put, aku duduk sama kamu ya?
Putri : kok sama aku, terus Alisa duduk dimana?
Tifany : Di wc haha, ya sama thufa lah?
Putri : yaudah biasa aja, Tanya dulu sama Alisa?
Tifany : Males, udah deh gak usah.
Putri : Dasar.
Tiifany : Errr~
( Bel berbunyi ……. ( Kringgg ..Kringg Kringgg…)
Tifany kembali ke tempat duduknya, lalu Pelajaran terakhir dimulai, akupun tegang dan bingung, akhirnya aku tunggu sampe pulang sekolah. )


Thufa : Fany-Fany tunggu deh?
Tifany : apaan sih?
Thufa : iya, aku mau minta maaf mungkin kemarin ada salah kata fan? Maafin yah (sambil menghanturkan tangan)
Tifany: ih engga salah (sambil mau pergi) .
Thufa :  ihh, maafin aku yah fan, aku salah? Maafin yah? (terus menghanturkan tangan)
Tifany : hmm, yaudah aku maafin,capek marahan kaya gini, maafin aku juga yah?
Thufa : hmm, nah gitu fan, iya fan sama-sama
Putri : gitu dong, jangan pada marahan enggak baik tau
J
Alisa : hehehe, iya yang satu jangan salah paham yang satu juga hati-hati kalo bicara (piss) hehe
Thufa : hehehe, apaan sih kalian oke deh sip, makasih yah put,sa?
Putri & Alisa : iya sama-sama ya?
Thufa : okey, yaudah pulang yuk?
Tifany : ayok..
Putri : come on ..
Alisa : alah sok inggris
J
Putri : Biarin
J
(Akhirnya Masalah selesai, dan aku pulang bersama putri dan Alisa, Tifany di jemput sama omnya, ternyata sikap dinginnya Tifany itu karna dia itu tersinggung omongan aku yang kemarin, aku benar-benar sibuk dan gak meratiin siapapun, yauahlah aku juga salah dan sekarang masalah selesai)

Akhirnya mereka kembali Berteman tanpa ada salah paham serta keegoisan , juga saling mengerti sifat masing-masing temannya J

Pesan Moral :

Pesan yang dapat diambil dari drama ini, kita, siapapun itu tidak boleh saling salah paham, ada baiknya kita itu menanyakan apa yang terjadi atau kita dengar apa itu untuk kita, sikapnya gimana,dan buat yang bicara juga harus berhati-hati jika berbicara dan pandai meminta maaf.

Selasa, 03 Januari 2012

LOGAT anak remaja labil sekarang (!)

Diposting oleh Fia Aulia di 03.08 0 komentar
WOW, Hebohnya sekarang anak2 remaja pada bicara yang aneh2 ..
oppsss, bukan yg aneh2 tanda tanya yoo (?)

nahh, kadang kalo kita lagi bilang / ngobrol sama temen kita it suka di tanggapin "O"
errrr~~ nyebelin deh, kan otomatis refleks yah kita jadi diem dan kaku, errr ~

ada lagi kalo kita lagi cerita ini itu, ada yang nanggepin " Terus gue harus bilang WOW gitu, pingaN gitu bangun lagi gitu google (gooa geleee) " errrrrrrrrr~~~

wahhh, ada tuh kalo kita nanya gimana niii di responnya pasti " Maunya "
err~ gondok dehhh ..


hahaha, banyak deh kataa2 anak remaja sekarang skrng aaja ada istilah "Galau" haha, dulu saya gak ngerti tapi malah ngikut2 sok2 ngmong galau ckck..
dan artnya tau dongs  ckckck ....

haha udah dulu dah bingung ckck *pegngan
 

Fia Aulia's Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea